Selasa, 24 Juli 2012

Membangun Rahasia

Setiap yang kautulis adalah rahasia
seperti rumah yang hendak kaudirikan
di balik tembok-temboknya, tak seorang pun tahu
apa yang kautanamkan untuk menjadikannya kokoh
di balik dasar tanah di mana tembok itu bersemayam
apa yang kaurahasiakan di dalamnya
bersama bongkah batu, bersama kata-kata
bersama puisi yang kautuliskan itu

Setiap yang kauucap adalah rahasia
seperti keputusanmu untuk pergi tanpa pesan
tanpa kabar yang akan menunjukkanku harus ke mana
membiarkan aku menerka-nerka ke mana engkau bertujuan
tanpa alasan apa yang membuatku bisa membiarkanmu pergi
dan ada rasa khawatir yang berevolusi bersama waktu yang kulintasi
mungkinkah itu rindu, aku bertanya suatu ketika
dan bila benar, kau hanya menginginkan aku
menjelmakan rindu sebagai rahasia, seperi yang kau ucap
bersama kalimat yang kaumadahkan ke langit

Setiap yang kauembuskan adalah rahasia
seperti yang tak dapat kuketahui
ketika itu aku hanya boleh merasakan semata
tanpa bisa menyentuhnya, memeluknya
dibiarkannya menyiksa, sama seperti rindu yang tak habis
kemudian tak ada yang menjemputnya
di mana semestinya ia bersandar kepada hatinya yang kosong

Setiap yang kaurindukan adalah rahasia
rindu itu rahasianya, dan aku tak bisa membongkar rahasiamu


maaf,
kalau memang benar, rindu yang menjadi rahasiamu






Jakarta, 25 Juli 2012 | 00.12

A.A.- dalam sebuah inisial

Tidak ada komentar: