Mari berbisnis,
buka lapakmu dengan setia
dari kaki tanah sampai ke ubun-ubun langit
dan tolehkan kepalamu di muka toko
bernas padimu mulai berbumbung
tak perlu serau, kan? - untuk melihat jauhnya radius padimu
ah bagaimana aku bercanda
memang dulu kau berjualan emas
bahkan gaun istrimu dari emas
dan di dompetmu melautlah uang
bukankah horizon selalu menciptakan keajaiban tak terduga
hiperbola aku?
kau katakan ini eulogi?
dari emas menjadi pendulang padi?
ah, mari berbisnis!
Jakarta, 7 Desember 2010 | 9.06
A.A. - dalam sebuah inisial
Tidak ada komentar:
Posting Komentar