Kamis, 18 Juni 2009

Petualang

terkadang gelisah
terkadang resah
menjadi kawan seperjalanan
yang meminta untuk berhenti

terkadang letih
terkadang penat
menjadi setan pengganggu
untuk sejenak

terkadang lelah
terkadang sakit
menjadi musuh biduan
yang datang tak permisi

ah, aku ingin meneruskan perjalanan ini sampai ke ujung dunia. walau kakiku harus patah terlalu lama berjalan. walau punggungku retak dibebani ransel. walau tubuhku remuk digoncang badai. aku ingin meneruskan perjalanan ini sampai mati.



Dalam perjalanan, 11 Juni 2009 | 22.25

Minggu, 14 Juni 2009

Pada Lilin Malam

Dan kau lilin-lilin kecil
Sanggupkah kau berpijar
Sanggupkah kau menyengat
Seisi dunia

Chrisye - Lilin - Lilin Kecil

Begitu tulusnya malam hari ini
Ketika angin menampar begitu lembut
Mencari sang pendoa yang bertapa di sana
Ketika mentari sudah penat jadi penerang
Dan bulan pun yang ditunggu tak tampak batang hidungnya
Dia lupa jadi peneman sang pendoa itu, kata angin

Di jalan yang begitu sunyi di gelap
Tanpa ada lentera sebagai kawan untuk pelita
Sepotong lilin tanpa cahaya yang tergeletak tanpa daya
Di tengah jalan dengan tubuhnya yang hancur
Terinjak - injak dan teraniaya oleh sendal dan sepatu
Dan tak lagi punya harapan untuk berlanjut hidup

Seorang pendoa tanpa pelita melewatinya
Dan tanpa sengaja ujung kakinya menyentuhnya
Mengambilnya dan menggabungkan serpihannya
Memanaskannya dan melarutkannya menjadi utuh
Menghidupinya jadi pelita perjalanan
Melanjutkannya menjadi pendoa
Pendoa dunia tanpa henti

Jumat, 12 Juni 2009

Semua Orang dan Tuhan

Semua orang berhak patah hati, jiwanya terkoyak, dan merasa pedih dengan kenyataan hidupnya. Tak ada yang berhak untuk mencabut kepatenan atas hak mereka tersebut. Bahkan Tuhan yang menciptakannya saja tak ingin mencabut hak mereka, bahkan Tuhan memperdulikan mereka yang hatinya tersakiti, jiwanya terkoyak, dan memoles kenyataan hidup seseorang yang memedihkan itu.

Semua orang berhak mendapatkan haknya, baik sebagai anak, orang tua, sahabat, teman, kekasih, masyarakat, atau apapun. Mereka berhak menuntut hak mereka dengan cara apapun ketika mereka merasa haknya telah direngut oleh orang lain. Bahkan Tuhan saja mempersembahkan hak seseorang tanpa melihat gender, suku, ras, agama, warna kulit, dan sebagainya. Tuhan menjaga mereka seperti gembala yang menjaga sekawaan domba dengan penuh cinta.

Semua orang berhak untuk mencintai dan dicintai karena cinta itu adalah sesuatu yang universal. Tak ada seorangpun yang boleh merengutnya dari diri seseorang. Tuhan saja mencintai anakNya dengan sepenuh cinta.