G,
Pada dasarnya memang kita tak memiliki apa-apa
sejak lahir, segalanya diawali dengan pemberian
bahkan untuk kembali pun, kita harus menyerahkannya kembali
G,
Pada dasarnya memang kita tak memiliki apa-apa
kita diciptakan untuk menciptakan hal yang lain
kemudian memberikan lagi kepada Yang Mencipta
G,
Pada dasarnya memang kita tak memiliki apa-apa
tak perlu tinggi-tinggi berharap, tak perlu sempurna
demikianlah apa yang harusnya, itulah yang kamu jalani
Jakarta, 8 Juli 2012 | 21.45
A.A. - dalam sebuah inisial
Minggu, 08 Juli 2012
Bapa Kami
Kudengar seorang anak berdoa di pinggir jalan, katanya kepada Tuhan:
- Bapa kami yang di sorga,
- dikuduskanlah nama-Mu.
- Datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu,
- di bumi seperti di sorga.
- Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya,
- dan ampunilah kami akan kesalahan kami seperti kami juga mengampuni
- orang yang bersalah kepada kami.
- Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan,
- tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.
Kemudian, air mataku meleleh.
Jatuh ke tanah, untuk menguap
Seperti doa-doa yang dilangitkan anak itu
Jakarta, 8 Juli 2012 | 21.39
A.A. - dalam sebuah inisial
Selasa, 03 Juli 2012
Baik
Sesederhana bahagia, itulah kebaikan sesungguhnya
kekalahan yang terkecap untuk dinikmati pahitnya
air mata yang mengalir mengajarkan melepas kebahagiaan
terluka yang terbekas meninggalkan perih yang membatin
lalu, bagaimana kamu menikmatinya?
Rasakan bahagia yang tersisa, melekat, dan jangan larut
dan kamu merasakan sesuatu yang baik
lantas, apa lagi yang harus kamu sangkal?
Jakarta, 3 Juli 2012 | 22.07
A.A. - dalam sebuah inisial
kekalahan yang terkecap untuk dinikmati pahitnya
air mata yang mengalir mengajarkan melepas kebahagiaan
terluka yang terbekas meninggalkan perih yang membatin
lalu, bagaimana kamu menikmatinya?
Rasakan bahagia yang tersisa, melekat, dan jangan larut
dan kamu merasakan sesuatu yang baik
lantas, apa lagi yang harus kamu sangkal?
Jakarta, 3 Juli 2012 | 22.07
A.A. - dalam sebuah inisial
Langganan:
Postingan (Atom)