Selasa, 10 April 2012

Waktu di Antara Kenyataan

G yang baik,
Pada akhirnya aku memilih untuk mengikuti kenyataan, entah seburuk dan semanis apa. Entah seperih dan segembira mana. Entah sejauh dan sedekat apa. Aku telah memilih untuk menjadi seseorang yang memiliki langkah ke mana harus berjalan di antara kesendirian dan keramaian; mengikuti waktu di antara kenyataan yang tidak lagi dapat ditolak.

Penyangkalan memang bisa membuat kita merasakan sakit sendiri. Lari daripada kenyataan bisa meruntuhkan jati diri yang penuh akan kebimbangan dan penolakan hanya akan membuat kita berpendar pada cahaya yang tidak membutuhkan kita.

G yang baik,
Senantiasa aku memilih langkahku sebagai awal dari hidup yang pasti bisa lebih banyak berharap. Harapanlah yang memberi kita porsi lebih untuk berani menghadapi kenyataan, sepahit apa pun itu.

Doaku selalu,

A.A.



Bandung, 10 April 2012 | 05.58
A.A. - dalam sebuah inisial

Jumat, 06 April 2012

19.56

entah apa yang menarik dengan angka itu
aku sendiri tidak tahu, tapi aku bergetar
di dalam diam hari ini, kelu bibir
aku menjadi enggan untuk berbicara lebih

kukatakan kepada kawanku tentang digit itu
katanya, ah, sekadar perasaanmu yang bisu
ada pula yang mengatakan hanya menit yang berlalu
tapi tubuhku bergetar ketika aku tahu apa yang ada

kata seorang kepadaku di dalam perjalanan
semakin dewasa, kita semakin takut akan kehilangan
kini aku percaya, sungguh kata-kata itu tak kusangkal
bahkan waktu yang akan berlalu pun aku takut kehilangannya

entah, aku merasa ada yang tidak biasa
dan entah apa pun itu, aku takut dengan kehilangan
seperti manusia dewasa lainnya
atau pula, aku takut untuk kehilangan masa kecil



Jakarta, 6 April 2012 | 20.02
A.A. - dalam sebuah inisial

Menunggu Pagi

Menunggu kehilangan malam
Kehilangan gelap yang paling gelap

Menunggu kedatangan pagi
Kedatangan terang yang paling terang

Ada yang datang dan pergi
Seperti apa pun yang telah ada di dunia

Untuk berakhir