Jumat, 05 Agustus 2011

Dongeng Sebelum Tidur

:Adryan Adisaputra Tando

lekas menujulah ke kasurmu, akan kudongengkan sebuah cerita pengantar tidurmu
ini cerita yang pernah kaudamba sewaktu kecil, kini kuulang kembali
adalah suatu ketika di negeri yang sangat jauh, seorang anak laki-laki berusaha menjadi seorang yang tinggi dan besar
kala itu, tubuhnya masih sangat kecil, hanya segenggam kepal orang dewasa
ia berkata kepada ibunya kapan ia bisa menjadi dewasa, ia ingin bertumbuh besar
ibunya hanya berucap tunggu saatnya, ketika itu juga ibunya menangis
sang ibu tahu kalau anaknya tidak akan bisa seukuran dirinya
ya, anak itu kerdil. ibu itu hanya menangis, memikirkan masa depan anak itu
anak itu semakin bertambah usia, ia hanya seukuran genggam kepal
sampai saat ibunya meninggal, ia tetap berukuran seperti itu
'kau tak akan bisa bertumbuh besar, tapi kau bisa bertumbuh dewasa. dewasa tidak memihak dan dia hanya bisa dipilih,' kata seorang temannya yang melihat dirinya bersedih
ia pun pergi berlari, entah ke mana. merayakan kedewasaannya.
sampai kini, aku pun tak tahu ke mana anak itu. rasaku, ia sudah menimang cucu dan bahagia
meski dengan tubuh mungilnya tersebut
nah, sekarang tidurlah. selamat tidur.


Jakarta, 6 Agustus 2011 | 00.04
A.A. - dalam sebuah inisial

Rabu, 03 Agustus 2011

Menghitung Matahari

ada berapa matahari malam ini
katanya matahari hanya tertutup punggung bumi
ia tetap ada, tapi tak seorang tahu berapa banyak
coba rasakan dari panasnya
bukankah semuanya bisa dihitung dari hal tersebut

ada berapa matahari malam ini
selama kau merasa gerah dan mengipas perut dengan baju
itu yang dinyatakan dengan banyaknya matahari
tapi, pernah kauhitung berapa banyaknya
apakah lebih banyak dari bintang

ada berapa matahari malam ini
aku tidak lagi memikirkannya, tapi
matahari masih ada untuk pagi ini kan?



Jakarta, 5 Agustus 2011 | 00.27
A.A. - dalam sebuah inisial

Menunggu Matahari Terbit di Ubun-ubun

aku hanya menunggu matahari
di sebuah persimpangan yang beku
membuat kaki benar-benar kaku
sampai terbitlah di luas langit
dan aku tahu:
matahari mencintai hari dengan matahati




Bandung, 3 Agustus 2011 | 05.41
A.A. - dalam sebuah inisial